
Jenis Anjing dengan Warna Mata yang Berbeda (Heterochromia) – Keunikan fisik pada hewan sering kali menjadi daya tarik tersendiri, dan salah satu yang paling mencuri perhatian pada anjing adalah perbedaan warna mata atau yang dikenal dengan istilah heterochromia. Kondisi ini membuat seekor anjing memiliki dua warna mata yang berbeda, misalnya satu mata biru dan satu mata cokelat. Penampilan yang tidak biasa ini kerap membuat anjing terlihat eksotis dan memesona, bahkan sering dianggap sebagai ciri istimewa.
Heterochromia pada anjing bukanlah penyakit, melainkan variasi genetik yang umumnya tidak mengganggu kesehatan atau penglihatan. Dalam banyak kasus, kondisi ini justru menjadi ciri khas ras tertentu dan menambah nilai estetika. Fenomena ini telah lama menarik perhatian pecinta anjing, fotografer, hingga breeder, karena memberikan karakter visual yang unik dan mudah dikenali.
Mengenal Heterochromia pada Anjing dan Faktor Penyebabnya
Heterochromia adalah kondisi di mana warna iris pada mata berbeda antara satu mata dengan mata lainnya, atau bahkan dalam satu iris terdapat lebih dari satu warna. Pada anjing, heterochromia umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu heterochromia komplet dan heterochromia parsial. Heterochromia komplet ditandai dengan dua mata yang sepenuhnya berbeda warna, sedangkan heterochromia parsial menunjukkan satu mata dengan dua warna yang bercampur.
Penyebab utama heterochromia pada anjing adalah faktor genetik. Gen yang mengatur distribusi pigmen melanin pada iris mata berperan besar dalam menentukan warna mata. Ketika distribusi pigmen tersebut tidak merata, perbedaan warna mata pun muncul. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gen merle atau piebald, yang juga memengaruhi warna bulu anjing.
Selain faktor genetik, heterochromia juga dapat terjadi akibat cedera atau kondisi medis tertentu, meskipun kasus ini relatif jarang. Misalnya, peradangan atau trauma pada mata dapat memengaruhi pigmentasi iris. Namun, heterochromia yang sejak lahir umumnya tidak menimbulkan risiko kesehatan dan tidak memerlukan perawatan khusus.
Menariknya, heterochromia pada anjing sering kali justru dianggap sebagai kelebihan, terutama pada ras-ras tertentu yang memang dikenal memiliki variasi warna mata. Banyak pemilik anjing merasa bahwa perbedaan warna mata memberikan ekspresi wajah yang lebih hidup dan penuh karakter. Hal ini membuat anjing dengan heterochromia sering menjadi pusat perhatian di lingkungan sekitarnya.
Jenis Anjing yang Dikenal Memiliki Heterochromia
Beberapa ras anjing memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami heterochromia. Salah satu yang paling terkenal adalah Siberian Husky. Anjing asal daerah bersalju ini kerap memiliki mata biru terang, dan tidak jarang satu mata berwarna biru sementara mata lainnya cokelat. Kombinasi ini semakin memperkuat kesan misterius dan gagah pada Husky.
Australian Shepherd juga dikenal sebagai ras yang sering memiliki heterochromia. Anjing ini memiliki bulu berpola merle yang indah, dan gen yang sama sering kali memengaruhi warna matanya. Tidak jarang Australian Shepherd memiliki satu mata biru dan satu mata cokelat, atau mata dengan campuran warna yang unik.
Border Collie merupakan ras lain yang dapat memiliki heterochromia, terutama pada individu dengan pola bulu merle. Sebagai anjing pekerja yang cerdas dan energik, Border Collie dengan mata berbeda warna sering terlihat semakin ekspresif. Perbedaan warna mata ini tidak memengaruhi kemampuan kerja atau kecerdasannya, sehingga tetap menjadi anjing penggembala yang andal.
Great Dane juga termasuk ras yang dapat memiliki heterochromia, khususnya varian dengan pola bulu harlequin atau merle. Pada Great Dane, perbedaan warna mata memberikan kesan elegan dan dramatis, selaras dengan postur tubuhnya yang besar dan berwibawa. Meski terlihat mencolok, heterochromia pada Great Dane tetap dianggap normal selama tidak disertai gangguan kesehatan.
Selain ras-ras tersebut, Dachshund, Catahoula Leopard Dog, dan Shetland Sheepdog juga termasuk anjing yang berpotensi memiliki heterochromia. Pada Catahoula Leopard Dog, misalnya, mata dengan warna berbeda sering menjadi ciri khas yang memperkuat identitas ras tersebut. Kombinasi warna mata biru, hijau, dan cokelat sering ditemukan dan dianggap sangat menarik.
Penting untuk dipahami bahwa meskipun heterochromia sering dikaitkan dengan ras tertentu, kondisi ini juga dapat muncul pada anjing campuran. Selama anjing tersebut sehat dan tidak menunjukkan gejala gangguan penglihatan, perbedaan warna mata tidak perlu dikhawatirkan.
Kesimpulan
Heterochromia pada anjing merupakan fenomena genetik yang memberikan keunikan visual sekaligus daya tarik tersendiri. Perbedaan warna mata ini bukanlah kelainan berbahaya, melainkan variasi alami yang sering ditemukan pada ras-ras tertentu seperti Siberian Husky, Australian Shepherd, dan Border Collie.
Keindahan anjing dengan heterochromia tidak hanya terletak pada penampilannya yang eksotis, tetapi juga pada karakter dan kepribadiannya yang tetap sama seperti anjing lainnya. Dengan pemahaman yang tepat, pemilik anjing dapat menikmati keunikan ini tanpa kekhawatiran berlebihan. Pada akhirnya, heterochromia menjadi bukti bahwa keragaman adalah bagian alami dari dunia hewan, dan justru itulah yang membuat setiap anjing tampil istimewa dan tak tergantikan.